Pilih Efisiensi atau Kehati-hatian
Saya sering menghadapi atau menemukan kondisi dimana Wajib Pajak kurang memahami peraturan perpajakan dan kesulitan dalam menghadapi sengketa perpajakan. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Wajib Pajak tersesat jalan dan tidak bisa balik arah untuk memperbaiki sengketa yang kadung terjadi.
Pada dasarnya saya adalah bukan bagian dari komunitas jasa konsultan atau semacamnya. Justru saya sering berseberangan dengan pihak konsultan saat beracara di Pengadilan Pajak. Saya ingin mencoba memberikan tips agar Anda yang membaca artikel ini dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang mungkin berguna pada suatu saat.
Kendala Hukum
Dalam momen dimana Wajib Pajak terdesak dan tidak mampu berbuat apa-apa atas kondisi yang dihadapinya, Majelis Hakim yang menengahi perkara dan pihak yang menjadi lawan pun, tergerak berempati atas nasib Wajib Pajak. Namun, dalam kondisi yang serba sulit tersebut tidak ada pihak lain yang dapat membantu selain Wajib Pajak sendiri.
Tidak sedikit dalam penyelesaian sengketa di Pengadilan Pajak, Wajib Pajak secara langsung terjun sebagai pihak yang in-charge dalam beracara di persidangan. Sering pula ditemukan pada saat sidang pemeriksaan bahwa upaya hukum Wajib Pajak dilakukan tanpa pendampingan pihak ahli dan pada akhirnya semakin menambah tingkat kerumitan sengketa karena tidak sesuai jalur hukum yang semestinya.
Efisiensi atau Kehati-hatian
Penggunaan sumber daya internal perusahaan dalam menghadapi sengketa pada dasarnya dapat dimaklumi yaitu untuk efisiensi perusahaan. Namun, kebijakan pimpinan atau manajemen dalam penggunaan sumber daya internal perusahaan tersebut bukannya tanpa risiko.
Dalam situasi yang serba sulit dan kondisi likuiditas perusahaan yang terbatas sangat perlu dilakukan langkah yang sangat selektif. Pastikan dalam memilih altenatif solusi dengan penuh kehati-hatian dan tidak menimbulkan risiko ganda yang malah membebani perusahaan secara kumulatif.
Anda perlu mengetahui posisi keuangan dan memutuskan cara yang efektif dalam menghadapi masalah. Pertimbangkan kemampuan internal dan mitigasi risiko yang akan terjadi.
Pemetaan Masalah dan Solusi
Perlu disadari bahwa kekeliruan dalam menempuh jalur hukum dapat membawa konsekuensi pengeluaran yang lebih besar dan membebani keuangan perusahaan dibanding dengan penggunaan jasa ahli. Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu memetakan atau mentabulasi atas pilihan-pilihan yang tersedia dan menghitung cost and benefit dari seluruh alternatif yang akan ditempuh.
Semoga bermanfaat. Salam Bijak dan Selalu Bahagia.